| home | ask me | archive | Themes | other tumblog |
Waktu bermacam perisa dicerita
susup keliru tambah lada.
Aku dan kamu rasanya serupa:
kemudian masing-masing pun tiada berani.
Terikat sana sini; yang itu orang ini; perhati menanti.
Duduk campakkan percaya pada Yang Maha Cinta, dan naik berdoa. (BSDamansara, 2012)
مآ أجمّل أنْ تصمتْ
فيْ ؤجهْ منْ ينتظرْ منِك الخِصَاموما أجمل أنْ تضحك
فيْ وجهْ منْ يُنتظرْ منك البكـاءْHow beautiful is it to stay silent
When someone expects you to be enraged from them.
And how beautiful it is to laugh
When someone thinks you are going to shed tears.
Ada yang jatuh di hatiku. Sepertinya itu namamu.
Lalu dia pecah, remah huruf hurufnya merebak ke seluruh paru paru.
Meleleh merembes membasahi pori nodi.
Menjalar, melaju menuju kepala
Kemudian membelah diri berjuta-juta.
Masih. Masih membelah diri.
Tak bisa berhenti.



